shadow

Disdikbud Sosialisasi UASBN-SMP, BOS Hingga Penyerahan Buku Adat & Sejarah Aceh Besar


ACEH BESAR-Humas Disdikbud : Pemerintah aceh besar melalui disdikbud Aceh Besar dibawah bidang Dikdas dan bidang rikulum dan kebudayaan melaksanakan Sosialisasi UASBN SMP, BOS,  dan Penyerahan Buku Adat dan  Sejarah Aceh Besar, pada sabtu (01/02) di aula dekranasda aceh besar.

Diketahui bahwa pada jumat (31/01) disdikbud juga telah menggelar sosialiasi UASBN SD, BOS dan penyerahan bukua adat dan sejarah aceh besar di aula SMPN 3 ingin jaya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Aceh Besar, Dr. Silahuddin, M.Ag., dalam sambutannya mengatakan pertemuan pada hari ini merupakan pertemuan pertama di awal tahun dengan bapak ibu kepala SD Se-Aceh Besar dan ini merupakan pertemuan yang sangat berharga.

"Dalam membangun dunia pendidikan harus dilakukan bersama-sama dengan kekuatan penuh dari semua pihak dan stakeholder, baik dinas pendidikan, sekolah, kepala sekolah, guru serta pihak lainnya harus bersinergi dan kekompakan tim sangat diperlukan," ungkapnya.

Lanjutnya dalam mengelola pendidikan bisa saja ada masalah namun persoalan tersebut harus dihadapi dan diselesaikan dengan baik secara bersama-sama dan bijaksana sehingga dapat tercapai mewujudkan kualitas pendidikan yang terbaik di Aceh Besar.

Kadisdikbud mengibaratkan dalam mengelola pendidikan seperti sebuah pesawat. Bila pesawat mau take off akan memaksimalkan semua mesin dengan full, kalau belum maksimal tidak akan terbang. Demikian juga di dalam pesawat kadang-kadang terjadi turbelence, harus dihadapi dengan tenang, dan turbelence itu akan berakhir.

"Ini merupakan awal tahun kami harapkan bapak ibu kepala sekolah dengan timnya dapat melangkah dengan kekuatan penuh dan bila sampai akhir tahun dapat dilakukan dengan soft landing, menyelesaikan seluruh laporan pertanggung jawaban kegiatan.

Sementara itu Kasi kurikulum, Cut Jarita Susant, S.Pd., mengatakan UASB ini merupakan kegiatan rutin biasa tiap tahun dan ini merupakan tahun keenam. Dalam tahun 2020 ini yang membedakan 100 persen soal dibuat di sekolah, namun kita di Aceh Besar sudah membentuk tim pembuat soal.

Lanjutnya, ke depan soal dibuat di sekolah kemudian dilanjutkan ke gugus dan ke tingkat kabupaten. "Kepala sekolah dapat mengaktifkan kembali gugus, sehingga banyak hal-hal yang bisa dimusyawarahkan bersama," harapnya.

Dalam kesempatan itu juga Kabid Budaya, Dra. Zaimah Razali, M.Si.,  mengatakan buku "Sejarah Adat Budaya Aceh Besar" diberikan untuk satu sekolah satu buku. "Buku ini telah dilakukan  peluncuran oleh bapak Bupati pada 20 januari lalu. Bupati  mengharapkan adat istiadat yang ada disetiap gampong juga dibukukan.

"Pada tahun 2020 ini Aceh Besar  melalui Disdikbud Aceh Besar dipercayakan sebagai pelaksan Indonesiana  yang merupakan program Nasional dari Kemendikbud yang akan melombakan permainan rakyat, pawai budaya, tarian, dan lain-lain, kami harapkan bapak dan ibu kepala sekolah dapat ikut berpartisipasi," pungkasnya.

Share

Related

Komentar