shadow

MPD Aceh Besar Dukung Percepatan Vaksinasi Anak Usia Sekolah


Aceh Besar - MPD Aceh Besar menyambut baik Surat Bupati Aceh Besar Nomor 4440/3021/2021 tentang percepatan vaksinasi untuk anak usia sekolah.

Hal itu disampaikan Ketua MPD Aceh Besar, Prof Dr Mustanir Yahya MSc kepada media Senin (20/9/2021).

Mustanir mengatakan ini pendekatan sangat humanis, tidak perlu dipaksa namun dengan approach (pendekatan) yang baik sebagai bagian dari pendidikan kepada anak-anak kita dengan menyadarkan mereka.

"Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Besar melalui pihak yang terkait secara bersinergi mendorong agar anak usia sekolah yang merupakan aset bangsa sangat berharga yang perlu diselamatkan, mereka difasilitasi untuk segera melakukan vaksinasi COVID-19, kita tidak mau mengalami lost generation, "tambahnya.

"Sampai saat ini belum ada pihak yang dapat mempredikasi kapan wabah pandemi ini akan berakhir sedangkan anak-anak kita harus belajar dengan baik dan maksimal, sementara belajar secara online (dalam jaringan, daring) seperti selama hampir dua tahun terakhir dirasakan kurang efektif, "sebutnya.

"Sehingga dengan dilakukan vaksinasi harapannya merupakan salah satu strategi utama untuk menyelesaikan persoalan pandemi Covid-19 ini dan bisa segera bersekolah secara normal kembali, "harap Prof Mustanir.

Dalam beberapa pertemuan yang telah dilangsungkan, rapat-rapat dipimpin langsung Sekda Aceh Besar Drs. Sulaimi, M. Si dihadiri pihak Polres, Kankemenag, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kacabdin Pendidikan, MPD dan pihak terkait lainnya.

Ketua MPD Aceh Besar, menambahkan protokol kesehatan 5 M; Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumuman, dan Mengurangi mobilitas merupakan sebuah upaya yang telah kita lakukan, namun masa virus ini cukup lama dan terus bermutasi dengan berbagai variannya, maka kita perlu ikhtiar lain seperti vaksinasi guna meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Ada masyarakat yang mempertanyakan mengapa di Stadion Puskas Eropa diizinkan penontonnya yang sampai 61.000 orang berkerumun menonton bola tanpa menggunakan masker.

Karena setiap penonton yang masuk menunjukkan bukti vaksinasi dan hasil tes PCR negatif dan Hongaria adalah salah satu negara yang paling banyak melakukan vaksinasi bagi warganya.

Setiap ada pengumuman bahwa disebabkan kondisi yang ada, sekolah libur dan belajar dilaksanakan secara daring, kami dari MPD selalu menerima banyak keluhan masyarakat, bahwa kalau pendidikan kita online terus seperti ini mau jadi apa nanti anak-anak kita di Aceh Besar?

Pilihan yang sangat sulit dan dilematis antara masa depan anak dengan keselamatan jiwa mereka.

"Harapannya kalau kita ingin bersekolah normal seperti dulu lagi, demikian juga kita bisa leluasa mencari rezeki lagi maka mari kita vaksin," ajak Mustanir.

Pandemi COVID-19 ini persoalan yang juga dihadapi oleh setidaknya 215 negara di dunia bukan hanya di Indonesia dan mereka juga melalukan vaksinasi.

Terkait vaksinasi bukan hanya untuk vaksin COVID-19, kita sudah pernah menerima berbagai vaksin termasuk vaksin meningitis bagi jamaah umrah dan haji, jadi bukan hal baru.

Tentang kemungkinan timbul berbagai efek akibat vaksin ini, Mustanir menyebutkan bahwa kita bukan yang pertama diberikan vaksin ini namun sudah jutaan orang yang lain yang terlebih dahulu disuntikkan vaksin sejenis.

Bahkan katanya saat rapat koordinasi Minggu sore 19 September 2021 di D’energi Lampeunerut pihak Dinas Kesehatan juga mempertegas bahwa sekalipun sudah ada surat pernyataan dari orang tua peserta didik, namun sesuai dengan protap pelaksanaan vaksinasi, peserta akan diskrining dicek kondisi kesehatan dan kesiapannya sebelum dilakukan vaksinasi.

Pada akhir wawancara Mustanir mengajak semua masyarakat untuk ikut mensukseskan program percepatan vaksinasi, mari kita mampu menyikapi dengan proporsional berbagai infomasi yang berkembang di media massa.

"Kita cerdasi jangan sampai justru kita apalagi anak-anak kita jadi korban masa depan mereka, semoga vaksinasi ini menjadi bagian dari ikhtiar kita, "tutup Prof Mustanir.[]

Share

Related

Komentar